53 Asrama ( kurang lebih ) yang berada di pondok pesantren Buntet Cirebon Merayakan HSN, meskipun kita berbeda-beda asrama, pondok pesantren, kita tetap satu nama besar yakni pondok pesantren.
Dengan adanya HSN, jadikan HSN inih sebagai momentum kita semua, untuk "Muhasabatun Nafsi", Introspeksi diri. Agar kita semua, mulai hari inih jauh lebih baik, jauh lebih hebat dibanding tahun" sebelumnya. Sehingga santri bisa mengubah wajah negri ini menjadi wajah yang satu.
"Jadi yang kalian hari inih peringati jadikan momentum kalian untuk lebih khidmat kepada para kyai kalian, selepas acara inih kita bersama-sama Ziarah, mendoakan para kyai, para masayikh pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jika ada santri yang tidak mengikuti tanpa alasan, maka santri itu termasuk santri yang tidak tahu diri, santri yang tidak mempunyai rasa terimakasih kepada para kyai/Masayikh Pondok Buntet Pesantren Cirebon".
Ujar (Kyai Luthfi) Sebagai Pembina Upacara di Hari Santri Nasional.
Mudah"an dengan adanya HSN ini, kita sebagai Santri, bisa menjadi Santri yang handal, Santri yang bermanfaat, Santri yang mampu mengoles Negara yang berakhlak santri .
22 Oktober
Hilman Alfarisi